Best Practice PPL Siklus 3 Bahasa Inggris PPG dalam Jabatan Kategori 2 Tahun 2022

LokasiSMK Bintang Nusantara Karanganyar
Alamat: Jl. Ringroad Utara Kwarasan, Gaum, Tasikmadu, Karanganyar.
Lingkup PendidikanSekolah Menengah Kejuruan
Tujuan yang ingin dicapaiMeningkatkan motivasi membaca peserta didik malalui kegiatan small group discussion.
PenulisDwi Kartika, S.Pd.
Tanggal14 November 2022
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.  Kondisi yang menjadi latar belakang dari praktik pembelajaran ini, antara lain:

1. Peserta didik kurang tertarik dan merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran membaca (reading comprehension).
2. Peserta didik merasa kesulitan ketika membaca dalam bahasa Inggris.
3. Materi atau bacaan dalam buku paket tidak sesuai dengan jurusan peserta didik.
4. Metode pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik dan bervariasi.  

Praktik ini perlu diterapkan karena banyak guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan masalah yang saya hadapi. Model pembelajaran yang diterapkan guru masih berpusat pada guru (teacher oriented). Dimana guru memberikan materi dengan ceramah kemudian peserta didik mengerjakan tugas. Strategi,  metode dan model pembelajaran yang berpusat pada guru tersebut disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam menguasai variasi strategi, metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi. Praktik ini diharapkan bisa memotivasi penulis dan menjadi referensi bagi rekan guru yang lain.  

Sebagai guru saya mempunyai peran dan tanggung jawab untuk membangkitkan minat belajar peserta didik dengan merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan dengan menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan mampu meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik.
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?  Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan melakukan wawancara dengan rekan guru, yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yaitu:
1. Beberapa peserta didik belum memahami kegiatan apa yang akan dilakukan.
2. Peserta didik kurang percaya diri ketika membaca dalam bahasa Inggris.
3. Pada kegiatan diskusi kelompok, beberapa peserta didik kurang aktif dalam menyampaikan pendapat.
4. Materi dalam buku paket adalah materi yang umum, bukan untuk SMK.
5. Guru tidak menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi (monoton), sehingga peserta  didik kurang termotivasi dalam kegiatan membaca materi dalam buku.

Dilihat dari beberapa tantangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi yaitu dari sisi kompetensi guru yang perlu ditingkatkan baik kompetensi pedagogik maupun profesional, sedangkan dari peserta didik adalah motivasi belajar.  

Yang terlibat pada PPL yaitu:
1. Peserta didik, kelas XI Farmasi B dengan jumlah 20 orang.
2. Guru sebagai fasilitator.Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan PPL.
3. Rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan PPL.
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini  Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, antara lain:
1. Strategi yang dilakukan oleh guru yaitu merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif yaitu dengan kegiatan small group discussion dan menggunakan media padlet.com dan kahoot game.

2. Berkaitan dengan model pembelajaran, guru menggunakan PBL dengan langkah-langkah:
a. Apersepsi
Pada tahap ini guru menampilkan gambar dan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik sebagai stimulus awal.
b. Orientasi peserta didik pada masalah
Pada tahap ini peserta didik menonton video, kemudian menjawab pertanyaan dari guru.
c. Mengorganisasikan peserta didik
Pada tahap ini peserta didik di bagi kedalam beberapa kelompok terdiri dari 4-5 orang, menggunakan metode Number Head Together. Peserta didik berkumpul sesuai dengan nomor yang mereka dapatkan. Setelah itu, guru menjelaskan materi yang akan dipelajari dan kegiatan apa yang akan dilakukan.
d. Membimbing penyelidikan kelompok dan individu
Pada tahap ini, peserta didik berdiskusi untuk menjawab pertanyaan  yang diberikan oleh guru. Sedangkan guru mengarahkan,  mengecek dan memantau pekerjaan peserta didik
e. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Pada tahap ini, peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan apresiasi atas kinerja peserta didik.
f. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Pada tahap ini, peserta didik menyamakan persepsinya terkait teks tentang kesehatan pada materi Analytical Exposition Text. Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin materi tentang Analytical Exposition Text. Kemudian guru mengajukan pertanyaan untuk refleksi pembelajaran.

3. Beberapa peserta didik belum memahami kegiatan yang akan dilakukan, sebaiknya saya memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan peserta didik.

4. Peserta didik kurang percaya diri ketika membaca dalam bahasa Inggris, disebabkan karena peserta didik merasa kesulitan dan malu jika membacanya salah. Sebaiknya saya memberi kegiatan membaca yang lebih rutin dan mengingatkan peserta didik untuk sering berlatih membaca dalam bahasa Inggris.

5. Pada kegiatan diskusi kelompok, beberapa peserta didik kurang aktif dalam menyampaikan pendapat, sebaiknya saya menstimulasi peserta didik supaya mereka lebih aktif lagi.

6. Berkaitan dengan materi atau bacaan yang tidak sesuai dengan jurusan peserta didik, saya sebaiknya menyediakan bacaan yang sesuai dengan jurusan peserta didik.

7. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini antara lain pemahaman guru terkait model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan pemahaman materi pembelajaran. Berkaitan dengan media pembelajaran, guru menggunakan video dari contoh materi Analytical Exposition text (bisa diakses di https://youtu.be/F9s4MRHVUzo ) sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi dan bacaan. Untuk menjawab pertanyaan dari guru, peserta didik mengerjakan pada padlet.com dan guru menggunakan kahoot game untuk mengecek kefahaman peserta didik terkait materi.


Video
https://youtu.be/F9s4MRHVUzo  


Padlet
https://padlet.com/dwikartika161/ENGFARB      




Kahoot
https://play.kahoot.it/v2/lobby?quizId=85cc0fe3-15b1-4b30-b7fc-467912976823
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut  Dampak dari aksi yang telah dilakukan menurut saya lebih efektif, dapat dilihat dari: 1. Suasana belajar lebih menyenangkan sehingga peserta didik antusias selama mengikuti kegiatan belajar.
2. Kegiatan small group discussion sangat membantu peserta didik dalam meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Dalam kegiatan ini, bisa melatih peserta didik  berfikir kritis dengan berbagi pendapat tentang pemahaman mereka terkait materi atau bacaan, sehingga peserta didik mudah dalam memahami materi atau bacaan.

Respon dari siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik sangat antusias, aktif dan senang selama mengikuti proses pembelajaran. Ketika kegiatan refleksi di akhir pembelajaran, peserta didik merespon jika kegiatan pembelajaran menyenangkan dan media yang digunakan menarik.  

Respon dari rekan sejawat terkait strategi pembelajaran yang saya lakukan adalah dari hasil wawancara dengan rekan sejawat saya mendapatkan feedback positif dan rekan saya tertarik untuk menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan menggunakan media yang menarik seperti yang saya lakukan.  

Faktor keberhasilan dari praktik pembelajaran ini yaitu model pembelajaran yang inovatif dan media yang digunakan merupakan penerapan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered) sehingga peserta didik aktif, antusias, dan bersemangat selama kegiatan belajar.  

Pembelajaran yang diperoleh dari keseluruhan kegiatan yang sudah guru lakukan adalah guru mendapatkan feedback positif baik dari peserta didik maupun rekan sejawat, dengan adanya penerapan model-model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran. Guru akan terus mengembangkan potensi diri dalam kemajuan proses belajar mengajar baik dari segi model, metode, dan media ajar supaya kualitas pendidikan meningkat. Peserta didik juga dibiasakan berfikir kritis supaya tercipta pembelajaran abad 21.
ReferensiGerry. K., Paula. H., Tirza. K., (2022). The use of small group discussion technique to improve students’ reading comprehension. JoTELL: Journal of Teaching English, Linguistics, and Literature, 1(6). DOI: https://doi.org/10.36582/jotell.v1i6.4214. https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/jotell/article/view/4214

Hanny. P., Hery. Y., Basturi. H. (2019). Improving students’ reading comprehension through small group discussion using narrative text at the eight grade students of SMPN 18 Bandar Lampung. U-JET: Unila Journal of English Teaching. http://journal.fkip.unila.ac.id/index.php/123/article/view/18498

Yuni. M., Regina. R., & Mulyani. (2020). The use of small group discussion in teaching reading comprehension (a descriptive study at the second-semester students’ of English Department of STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 1(1).  http://www.jim.bbg.ac.id/pendidikan/article/download/16/8/18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × one =