Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik dalam Pembelajaran

 

LokasiSMK Bintang Nusantara Karanganyar  
Lingkup PendidikanSekolah Menengah Kejuruan  
Tujuan yang ingin dicapaiMeningkatkan motivasi belajar dan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan menerapkan model Discovery Learning berbantuan media audiovisual berupa video peristiwa global warming pada peserta didik kelas XI di SMK Bintang Nusantara.  
PenulisDevi Safitri, S.Pd.  
TanggalPraktik pembelajaran : 31 Sepember 2021
Penulisan Best Practice : 8 Desember 2021  
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.  Latar belakang dari praktik pembelajaran ini adalah hasil belajar peserta didik kelas XI pada keterampilan menulis teks eksplanasi masih rendah. Kondisi tersebut disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor guru dan peserta didik.

1. Faktor Guru
Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan kurang mengoptimalkan penggunaan variasi media dalam pembelajaran. Selain itu, guru kurang memberikan praktik/latihan menulis. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang terampil dalam mengembangkan gagasannya ke dalam bentuk teks.

2. Faktor Peserta didik
Peserta didik kurang termotivasi dalam menulis. Mereka berpendapat bahwa menulis itu sulit. Peserta didik juga kurang suka menulis teks eksplanasi karena membosankan dan kurangnya porsi latihan mandiri peserta didik.

Praktik ini penting untuk dibagikan agar bisa digunakan sebagai referensi atau inspirasi terbaik bagi rekan guru yang mengalami hal yang sama dengan permasalahan yang saya alami. Dengan demikian, hal ini dapat berdampak pada perbaikan pembelajaran di dalam kelas yang otomatis berdampak pada hasil belajar peserta didik yang lebih baik.

Guru mempunyai peran dan tanggung jawab untuk terus melakukan inovasi dalam merancang dan mengembangkan perangkat pembelajaran baik dari aspek materi, metode, dan media pembelajaran. Dengan demikian, tujuan belajar dan hasil belajar peserta didik bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.  
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?  Berdasarkan analisis kajian literatur dan hasil wawancara, penyebab dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan peserta didik dalam  menulis teks eksplanasi antara lain:

1. Motivasi belajar peserta didik rendah.
2. Menulis adalah sesuatu yang sulit dan membosankan karena kurangnya latihan dan kesulitan dalam menemukan ide.
3. Media pembelajaran yang digunakan guru kurang tepat.
4. Guru belum menggunakan model pembelajaran yang inivatif.

Dari penyebab di atas tantangan yang dihadapi guru adalah : 1. Guru harus bisa menumbuhkan motivasi belajar peserta didik melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.
2. Pemilihan materi dan media yang tepat agar merangsang anak untuk belajar.
3. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran dan peserta didik  

Dilihat dari tantangan tersebut bisa disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi guru terkait dengan aspek kompetensi yang dimiliki guru yaitu kompetensi pedagogik dan profesional, sedangkan dari peserta didik adalah motivasi belajar.  
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini?  Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menghadapi tantangan tersebut antara lain:

1. Meningkatkan motivasi peserta didik. Strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan motivasi peserta didik adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
2. Memilih media pembelajaran yang sesuai. Dalam pembelajaran ini guru memilih menggunakan media ajar berupa media audiovisual berupa video peristiwa global warming. Hal ini bertujuan untuk memantik peserta didik menemukan ide sehingga peserta didik merasa terbantu sebelum menuliskan ke dalam teks eksplanasi.
3. Memilih metode dan model pembelajaran yang sesuai. Guru menggunakan metode dan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam hal ini, Discovery Learnng dan diskusi kelompok dinilai mampu untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi peserta didik.

Pihak yang terlibat:
1. Kepala sekolah
2. Guru SMK
3. Peserta didik kelas XI Keperawatan B
4. Rekan sejawat sebagai observer.

Sumber daya atau materi yang diperlukan:
1. Materi tentang menulis teks eksplanasi berupa media PPT
2. Smarttv dan  Laptop
3. Bahan ajar dan LKPD
4. Video pembelajaran
5. Jaringan internet
6. HP.  
Refleksi Hasil dan Dampak: Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut?  Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif dan dapat dilihat dari tiga hal sebagai berikut.

Desain kegiatan yang berpusat pada peserta didik meningkatkan keaktifan peserta didik saat proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.

Pemilihan media pembelajaran berupa media audiovisual berupa video suatu peristiwa yang ditampilkan melalui Smarttv efektif membangun background knowledge peserta didik dan mempermudah peserta didik menggali ide tulisan. Sedangkan LKPD dapat mempermudah peserta didik membuat kerangka sesuai tema untuk selanjutnya dikembangkan menjadi teks sederhana dengan baik.

Pemilihan model dan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dapat menumbuhkan peserta didik berpikir kritis terlihat dari respon yang diberikan peserta didik dalam menanggapi pertanyaan guru seputar materi.

Peserta didik merespon dengan antusias selama proses pembelajaran. Menurut peserta didik bekerja berkelompok menyenangkan dan mempermudah pemahaman peserta didik, sedangkan menurut peserta didik, dengan menggunakan media video, peserta didik merasa terbantu dalam hal menemukan ide cerita.

Rekan sejawat yang saya minta untuk menjadi pengamat juga tertarik untuk mengadopsi strategi pembelajaran ini karena berdampak positif pada keaktifan peserta didik dan hasil belajar peserta didik yang meningkat.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan dari kemampuan guru mengelola kelas dan penguasaan terhadap materi, strategi atau langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang sudah dibuat.

Setelah proses kegiatan pembelajaran dilakukan, maka penting bagi guru untuk memahami pemilihan materi, media, dan langkah pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Proses pembelajaran inovatif dapat tercipta jika materi, media dan strategi pembelajaran yang ditentukan tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.  

Best Practice PPL Siklus 3 Bahasa Inggris PPG dalam Jabatan Kategori 2 Tahun 2022

LokasiSMK Bintang Nusantara Karanganyar
Alamat: Jl. Ringroad Utara Kwarasan, Gaum, Tasikmadu, Karanganyar.
Lingkup PendidikanSekolah Menengah Kejuruan
Tujuan yang ingin dicapaiMeningkatkan motivasi membaca peserta didik malalui kegiatan small group discussion.
PenulisDwi Kartika, S.Pd.
Tanggal14 November 2022
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.  Kondisi yang menjadi latar belakang dari praktik pembelajaran ini, antara lain:

1. Peserta didik kurang tertarik dan merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran membaca (reading comprehension).
2. Peserta didik merasa kesulitan ketika membaca dalam bahasa Inggris.
3. Materi atau bacaan dalam buku paket tidak sesuai dengan jurusan peserta didik.
4. Metode pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik dan bervariasi.  

Praktik ini perlu diterapkan karena banyak guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan masalah yang saya hadapi. Model pembelajaran yang diterapkan guru masih berpusat pada guru (teacher oriented). Dimana guru memberikan materi dengan ceramah kemudian peserta didik mengerjakan tugas. Strategi,  metode dan model pembelajaran yang berpusat pada guru tersebut disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam menguasai variasi strategi, metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi. Praktik ini diharapkan bisa memotivasi penulis dan menjadi referensi bagi rekan guru yang lain.  

Sebagai guru saya mempunyai peran dan tanggung jawab untuk membangkitkan minat belajar peserta didik dengan merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan dengan menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan mampu meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik.
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?  Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan melakukan wawancara dengan rekan guru, yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yaitu:
1. Beberapa peserta didik belum memahami kegiatan apa yang akan dilakukan.
2. Peserta didik kurang percaya diri ketika membaca dalam bahasa Inggris.
3. Pada kegiatan diskusi kelompok, beberapa peserta didik kurang aktif dalam menyampaikan pendapat.
4. Materi dalam buku paket adalah materi yang umum, bukan untuk SMK.
5. Guru tidak menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi (monoton), sehingga peserta  didik kurang termotivasi dalam kegiatan membaca materi dalam buku.

Dilihat dari beberapa tantangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi yaitu dari sisi kompetensi guru yang perlu ditingkatkan baik kompetensi pedagogik maupun profesional, sedangkan dari peserta didik adalah motivasi belajar.  

Yang terlibat pada PPL yaitu:
1. Peserta didik, kelas XI Farmasi B dengan jumlah 20 orang.
2. Guru sebagai fasilitator.Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan PPL.
3. Rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan PPL.
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini  Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, antara lain:
1. Strategi yang dilakukan oleh guru yaitu merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif yaitu dengan kegiatan small group discussion dan menggunakan media padlet.com dan kahoot game.

2. Berkaitan dengan model pembelajaran, guru menggunakan PBL dengan langkah-langkah:
a. Apersepsi
Pada tahap ini guru menampilkan gambar dan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik sebagai stimulus awal.
b. Orientasi peserta didik pada masalah
Pada tahap ini peserta didik menonton video, kemudian menjawab pertanyaan dari guru.
c. Mengorganisasikan peserta didik
Pada tahap ini peserta didik di bagi kedalam beberapa kelompok terdiri dari 4-5 orang, menggunakan metode Number Head Together. Peserta didik berkumpul sesuai dengan nomor yang mereka dapatkan. Setelah itu, guru menjelaskan materi yang akan dipelajari dan kegiatan apa yang akan dilakukan.
d. Membimbing penyelidikan kelompok dan individu
Pada tahap ini, peserta didik berdiskusi untuk menjawab pertanyaan  yang diberikan oleh guru. Sedangkan guru mengarahkan,  mengecek dan memantau pekerjaan peserta didik
e. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Pada tahap ini, peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan apresiasi atas kinerja peserta didik.
f. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Pada tahap ini, peserta didik menyamakan persepsinya terkait teks tentang kesehatan pada materi Analytical Exposition Text. Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin materi tentang Analytical Exposition Text. Kemudian guru mengajukan pertanyaan untuk refleksi pembelajaran.

3. Beberapa peserta didik belum memahami kegiatan yang akan dilakukan, sebaiknya saya memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan peserta didik.

4. Peserta didik kurang percaya diri ketika membaca dalam bahasa Inggris, disebabkan karena peserta didik merasa kesulitan dan malu jika membacanya salah. Sebaiknya saya memberi kegiatan membaca yang lebih rutin dan mengingatkan peserta didik untuk sering berlatih membaca dalam bahasa Inggris.

5. Pada kegiatan diskusi kelompok, beberapa peserta didik kurang aktif dalam menyampaikan pendapat, sebaiknya saya menstimulasi peserta didik supaya mereka lebih aktif lagi.

6. Berkaitan dengan materi atau bacaan yang tidak sesuai dengan jurusan peserta didik, saya sebaiknya menyediakan bacaan yang sesuai dengan jurusan peserta didik.

7. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini antara lain pemahaman guru terkait model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan pemahaman materi pembelajaran. Berkaitan dengan media pembelajaran, guru menggunakan video dari contoh materi Analytical Exposition text (bisa diakses di https://youtu.be/F9s4MRHVUzo ) sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi dan bacaan. Untuk menjawab pertanyaan dari guru, peserta didik mengerjakan pada padlet.com dan guru menggunakan kahoot game untuk mengecek kefahaman peserta didik terkait materi.


Video
https://youtu.be/F9s4MRHVUzo  


Padlet
https://padlet.com/dwikartika161/ENGFARB      




Kahoot
https://play.kahoot.it/v2/lobby?quizId=85cc0fe3-15b1-4b30-b7fc-467912976823
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut  Dampak dari aksi yang telah dilakukan menurut saya lebih efektif, dapat dilihat dari: 1. Suasana belajar lebih menyenangkan sehingga peserta didik antusias selama mengikuti kegiatan belajar.
2. Kegiatan small group discussion sangat membantu peserta didik dalam meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Dalam kegiatan ini, bisa melatih peserta didik  berfikir kritis dengan berbagi pendapat tentang pemahaman mereka terkait materi atau bacaan, sehingga peserta didik mudah dalam memahami materi atau bacaan.

Respon dari siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik sangat antusias, aktif dan senang selama mengikuti proses pembelajaran. Ketika kegiatan refleksi di akhir pembelajaran, peserta didik merespon jika kegiatan pembelajaran menyenangkan dan media yang digunakan menarik.  

Respon dari rekan sejawat terkait strategi pembelajaran yang saya lakukan adalah dari hasil wawancara dengan rekan sejawat saya mendapatkan feedback positif dan rekan saya tertarik untuk menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan menggunakan media yang menarik seperti yang saya lakukan.  

Faktor keberhasilan dari praktik pembelajaran ini yaitu model pembelajaran yang inovatif dan media yang digunakan merupakan penerapan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered) sehingga peserta didik aktif, antusias, dan bersemangat selama kegiatan belajar.  

Pembelajaran yang diperoleh dari keseluruhan kegiatan yang sudah guru lakukan adalah guru mendapatkan feedback positif baik dari peserta didik maupun rekan sejawat, dengan adanya penerapan model-model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran. Guru akan terus mengembangkan potensi diri dalam kemajuan proses belajar mengajar baik dari segi model, metode, dan media ajar supaya kualitas pendidikan meningkat. Peserta didik juga dibiasakan berfikir kritis supaya tercipta pembelajaran abad 21.
ReferensiGerry. K., Paula. H., Tirza. K., (2022). The use of small group discussion technique to improve students’ reading comprehension. JoTELL: Journal of Teaching English, Linguistics, and Literature, 1(6). DOI: https://doi.org/10.36582/jotell.v1i6.4214. https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/jotell/article/view/4214

Hanny. P., Hery. Y., Basturi. H. (2019). Improving students’ reading comprehension through small group discussion using narrative text at the eight grade students of SMPN 18 Bandar Lampung. U-JET: Unila Journal of English Teaching. http://journal.fkip.unila.ac.id/index.php/123/article/view/18498

Yuni. M., Regina. R., & Mulyani. (2020). The use of small group discussion in teaching reading comprehension (a descriptive study at the second-semester students’ of English Department of STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 1(1).  http://www.jim.bbg.ac.id/pendidikan/article/download/16/8/18
× Tanya BINUS